Senin, 02 Januari 2012

Menyongsong Tahun 2012, Para Suster Klaris Dirundung Duka

Ketika seluruh makhluk insani sedang bersukaria menyongsong pergantian tahun, para suster Klaris Gunungsitoli dirundung oleh duka tak terkira. Betapa tidak, pada tanggal 31 Desember 2011 tepat pada pukul 23.45 wib, Sr. Maria Agnes Laowö OSC Cap menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ia pergi menghadap Sang Penciptanya, sumber kehidupan. Seakan tak mau menunggu datangnya tahun 2012, ia pergi bersama dengan berlalunya tahun 2011.

 “Pada hari Rabu malam (28/12/2011), Sr. Agnes dilarikan ke RSU Gunungsitoli karena Hypertensi. Dia sempat terjatuh dan muntah. Sesampai di RSU Gunungsitoli, dia sudah tidak sadar dan langsung dibawa ke Ruang ICU. Upaya yang dilakukan oleh paramedis ternyata tidak membawa hasil yang menggembirakan, akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir pada hari Sabtu malam (31/12/2011)”, Kata Abdis Klaris, Sr. Beatrix Giawa OSC Cap.

Misa Requiem dan Penguburan

Misa Requiem dan Upacara Penguburan dilaksanakan pada Hari Senin, 2 Januari 2012.  Acara ini dipimpin oleh Wakil Propinsial Kapusin Sibolga P. Fidelis Mendröfa OFMCap dan dihadiri oleh banyak imam dari Ordo Kapusin serta para imam dari tarekat lain. Biarawan/ti dan umat Paroki St. Maria Bunda Para Bangsa Gunungsitoli juga tampak memadati Biara Kontemplatif itu, mengikuti seluruh rangkaian acara dengan hikmat.

Meskipun Perayaan Misa dan Penguburan berlangsung dengan hikmat, namun suasana duka sungguh terasa. Isak tangis para suster Klaris Kapusines ini terdengar kala mereka mengelilingi peti jenazah saudari mereka ini. Walau demikian, mereka toh masih bisa menyumbangkan lagu khusus seraya berdiri mengelilingi peti jenazah. Setelah itu, peti jenazah pun ditutup dan dilanjutkan dengan upacara penguburan.

Umat Terlibat Aktif

Meskipun para suster Klaris tidak hidup di tengah-tengah umat karena cara hidup mereka yang menekankan hidup kontemplatif tidak memungkinkan untuk itu, namun umat Paroki St. Maria Bunda Para Bangsa sungguh terlibat dengan aktif dalam seluruh rangkaian acara itu.

“Kami sungguh berterima kasih dan mengucap syukur bahwa Biara Kontemplatif ini berada di wilayah Paroki St. Maria Bunda Para Bangsa. Para suster yang tinggal di biara ini telah mengkhususkan diri untuk berdoa bagi Gereja, bagi umat secara keseluruhan dan terutama bagi kami umat di Paroki St. Maria Bunda Para Bangsa. Doa-doa para suster dan secara khusus Sr. Agnes yang telah meninggalkan kita untuk selamanya, sungguh menguatkan kami dalam berkarya meskipun tidak selalu disadari”, ungkap Ama Ucok Sihura dalam kata sambutannya mewakili umat Paroki St. Maria.

Merasa bahwa para suster yang tinggal di Biara St. Klara itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan paroki, maka umat pun berbagi tugas. Beberapa di antara mereka memasak makanan dan menyiapkan minuman untuk para tamu yang datang, sebagian lagi membantu menggali kuburan. Demikian juga ketika peti jenazah dibawa ke pemakaman, umat paroki St. Maria turut membantu para saudara Kapusin mengangkat dan membawa peti jenazah tersebut.

Sr. Agnes, selamat jalan menuju rumah Bapa. Semoga engkau mendapatkan kebahagiaan bersama dengan para kudus-Nya. Doakan juga kami yang masih berjuang di dunia ini.

0 komentar:

Posting Komentar